Untuk Adik-Adikku, Para Jiwa Pemberani

By Rayfienta G - 10:04 PM



Setelah menghabiskan hampir satu bulan tanpa bencengkerama dengan Pondok Bambu, akhirnya hari Kamis (31/5) kemarin, gue kembali lagi kesana dalam rangka Bukber bersama angkatan 2018, 2019, dan 2020. Belum banyak yang berubah disana (ya iyalah orang baru bentar), sekalipun ada, kayaknya gue juga gak begitu nyadar.

Tapi, perbedaan yang paling mencolok adalah saat gue tiba di sekolah. Kalau biasanya pas gue datang pagi-pagi disambut sama bapak/ibu guru, sore itu gue disambut oleh adik-adik yang duduk di koridor Ruang Piket.

Perlu beberapa detik buat gue untuk mencerna keadaan, sampai akhirnya gue menyadari kalau mereka adalah adik-adik Cacapsis yang sedang ikut kaderisasi tahun ini. (maafin ya kakak lo yang ini selesai jabat udah balik jadi manusia lemot)

Saat ini gue bisa membayangkan kembali dunia per-Cacapsis-an yang begitu hebohnya, dan juga dunia per-kakak OSIS-an yang gak kalah hebohnya juga. Both sides, baik jadi Adik atau jadi Kakak, sama-sama tugas yang berat.

Berdasarkan pengalaman dan perasaan gue pribadi, jadi OSIS itu makin lama ngejabat makin terasa beratnya. Proker semakin banyak, masalah yang muncul semakin rumit, fokus semakin kebagi-bagi. Apalagi, kalau prokernya saling bentrok. Terkadang, ngejalanin satu proker aja ribetnya udah setengah mati, nah kalau sekaligus banyak, kebayang dong gimana rasanya.

Mungkin itulah yang sekarang dirasakan adik-adik OAV yang lagi jabat sekarang. Gue masih inget dulu saat berada di posisi mereka, yang bisa dibilang adalah peak season-nya masa jabat OSIS.

Terlepas dari itu, gue juga masih ingat saat pertama kali menyambut mereka sebagai adik-adiknya OSC.

Dalam tulisan yang gue buat sebelumnya, gue merujuk ke OAV sebagai 'prajurit-prajurit kecil'. Iya, prajurit-prajurit kecil yang dulu suka curhat kalau diomelin orangtuanya karena pulang malem, yang kalau mau pergi ngumpul rajin boncengan bertiga (hehe), dan yang paling gue inget—yang selalu banyak ide.

Melihat, menemani, dan membimbing 'prajurit-prajurit kecil' ini bisa jadi merupakan tugas tersulit bagi OSC. So, hats off buat teman-teman OSC yang dulu ngurusin kaderisasi. It's one hell of a proker.

Selama kader dulu, OSC melihat mereka dari yang sebelumnya belum tau apa-apa, masih malu-malu, sampai mereka bisa menunjukkan karakter satu badan mereka.

Hingga akhirnya kita mengantarkan mereka ke pelantikan untuk menjadi prajurit yang punya tanggung jawab penuh. Sebagai pengurus OSIS yang didemisioner, melepas jabatan itu emang berat, tapi mempercayakan jabatan ke orang lain itu lebih berat lagi.

Awal mereka jabat, masih banyak hal-hal tentang mereka (terutama cara kerja) yang gue dan teman-teman OSC ragukan. Seringkali kita mikir, "Kok gini sih?" atau "Beda sama pas kita ngejabat ya?", dll.

Tapi seiring berjalannya waktu, OAV ternyata bisa membuktikan kalau berbeda bukan berarti buruk.
Misalnya, ide-ide kreatif yang mereka tuangkan dalam proker. Itu adalah salah satu kelebihan mereka yang gak dimiliki sama OSC. That's a really good kind of difference.

Nah, balik lagi ke pembahasan tentang peak season ya. (Sumpah gue gatau kenapa nyebutnya peak season, mungkin karena sekarang lagi mau lebaran ya?). Sejujurnya, selama peak season OSC dulu, gue sering banget breakdown tentang satu dan lain hal, dan ini kebawa sampai setelah demis. Banyak banget hal yang gue sesalin sampe bikin gue stres. Intinya dua ini—kerja gue yang kurang maksimal dan breakdown yang keseringan itu sendiri. Padahal, itu seharusnya gak perlu terjadi.

Dari apa yang pernah gue pelajari, salah satu basic rule jadi pengurus OSIS adalah selalu belajar dari pengalaman dan selalu bisa bangkit. Harus. Wajib. Otherwise, you're gonna be a let down.

OAV,
masih ada beberapa bulan lagi bagi kalian untuk menyelesaikan dan menyempurnakan semua tugas. Gue dan teman-teman udah gak sabar untuk ngelihat karya-karya seperti apa yang akan kalian buat nantinya. Kami percaya kalian sangat punya potensi untuk jadi lebih baik dari kakak-kakak kalian. Apapun yang terjadi, jangan lupa untuk selalu kasih effort paling maksimal dalam tiap hal yang kalian kerjakan.

Make us all proud.




Dari kami yang akan selalu mendukung kalian,
OSC 2016.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments